Suasana kamar seluas itu dihuni oleh pasutri yang baru saja menikah. Ketenangan terbuai usai perdebatan kecil terjadi. Dua insan berbeda tersebut, berbaring di tempatnya masing-masing. Saling memunggungi satu sama lain. Namun, tak membuat pemandangan di ruangan tersebut damai nan memanjakan isi hati. Setelah mendapat ancaman dari Rigi, selang beberapa waktu, Tari mulai terlelap dengan tidur yang damai. Gadis itu patuh atas permintaan Rigi untuk segera tidur. Gadis itu memposisikan dirinya ke samping, membelakangi lelaki tampan yang baru saja berstatus sebagai suaminya. Setelah mendengar dengkuran halus milik Tari, tangan Rigi bergerak menyingkirkan guling yang menjadi pemisah. Lalu melingkarkan tangannya di perut Tari. Dengan santainya, Rigi mengapit Tari seperti guling, menindih kaki

