Buku Nikah Anak Kuliah Tari memilin ujung roknya, hingga kain yang membalut tubuhnya itu kusut tak beraturan. Perasaanya sontak dirundung harap-harap penuh cemas. Ucapan Rigi barusan, terdengar begitu horor nan menakutkan di telinganya, bahkan tubuhnya seketika merinding. Lelaki itu seperti memberi kode keras untuk Tari melalui lontaran kalimatnya. Dengan suasana hati yang penuh kecamuk tak karuan, Tari pun menatap ke arah Mayang. Ia berusaha menampik kenyataan yang ada. Mengharap permohonan yang teramat mendalam. "Mama apaan, sih, jangan olokin Tari dong! Udah, ah, jangan bahas gituan! Tari geli dengernya," pungkasnya cepat. Mendengar Rigi menimpali seperti itu, membuat Tari seketika enggan beranjak. Dirinya pun mengurungkan niat untuk masuk ke rumah dan membiarkan tubuhnya menetap beb

