XI Ipa 4, meninggalkan satu orang siswi yang tengah terduduk dengan tas di punggungnya. Semua murid telah pulang termasuk ketiga sahabatnya. Alea menenggelamkan kepalanya di lipatan tangannya. Ia tak sanggup berdiri, karena rasa sakit pada perut dan kepalanya. "Lea?" panggil seseorang. Alea mendongakkan pandangannya. Tubuhnya menegang seketika. Hatinya kembali sesak dan nyeri. Alea kembali menenggelamkan kepalanya. Sesuatu yang hangat menyentuh kepala Alea dan mengusapnya perlahan. Alea menepisnya kasar. "Gue gak maksud ngomong itu semua ke lo, Lea." ucap Kevin. "Gak maksud? Heh, basi." "Gue gak maksud begitu, Lea. Gue--- gue terpaksa bilang gitu. Karna gue gak mau nenek gue marah dan strokenya balik lagi. Itu permintaan nenek gue, Lea. Gue terpaksa tunangan sama Tasya. Gue gak ber

