"Kak?" panggil Alea lemah. "Kenapa kakak nangis?" tanya Alea masih dengan muka pucatnya. Leon tak mampu menampung air matanya lagi. Ia menangis dan segera memeluk adiknya erat. Ia menangis di pelukan gadis itu. "Maaf, dek. Kakak minta maaf! Kakak gak becus jaga kamu. Maaf!" racau Leon. "Kenapa kak?" tanya Alea bingung. "Kakak gak becus, kakak lemah, kakak payah, kakak gak bisa---" "STOP, KAK! Ada apa? Kenapa? Kakak jangan buat Lea makin bingung," "Sirosis," ucap Leon lemah. "Sirosis? Apa itu?" Alea menatap kakaknya intens. "Penyakit hati," "Siapa? Kakak?" tanya Alea menatap Leon sayu. "Kamu, Lea, kamu. Kakak minta maaf gak bisa jaga kamu. Kakak minta maaf." Leon menangis tersedu-sedu. Alea terenyuh, sudut matanya berair, ia tersenyum miris. Dan tiba-tiba mengusap lembut rambut L

