Suasana hati Kevin kini tengah buruk. Sedih, kecewa, gelisah bercampur menjadi satu. Ia sedih bukan karena hukuman skor dari sekolah. Ia kecewa bukan karena Bayu yang berkhianat dan juga bukan gelisah karena ucapan Reza. Namun, semua itu disebabkan oleh satu perempuan. Perempuan yang ia anggap membawa keresahan dalam hidupnya, perempuan yang sempat ia sakiti bahkan berulang kali. Kevin kacau sekarang. Ia seperti hilang arah. "Tasya!" desisnya tajam. Kevin bergegas menuju motornya dan segera meninggalkan sekolah dengan kecepatan diluar standar, ia menerima makian dari setiap orang yang ia lewati. Dirinya penuh emosi dan hanya satu tujuannya. Melampiaskan. ** "Dimana Tasya?" Kevin bertanya pada seorang suster yang telah ditugaskan Kevin untuk menjaga Tasya. "Di ruangannya, pak." Kevin

