"TIDAKKK!" Kevin terbangun dari tidurnya saat sebuah mimpi tak ia inginkan terlintas begitu saja. Tubuhnya gemetar bukan main, jantungnya berdetak tak karuan, napasnya memburu dan keringat membanjiri wajah serta lehernya. "Kenapa, Vin?" tanya Anggi dengan raut khawatirnya. "Dimana Lea, Gi? Gu--gue, gue mimpi dia pergi! Gi, mana Lea?!" Kevin mendekati Anggi dengan tergesa dan mengguncang tubuh gadis itu. Napasnya memburu dan tatapannya sendu, jantungnya berpacu. "Lo kenapa?" "DIMANA ALEA! GUE TANYA, DIMANA ALEA!" bentak Kevin frustasi. Anggi sempat terkejut, ia ingin marah namun ia urungkan karena menatap mata Kevin yang penuh kekhawatiran yang mendalam. Dengan berat hati Anggi perlu menyadarkan Kevin dari bayang-bayang mimpinya. PLAK! Hening, Kevin berhenti bergerak, tubuhnya berdi

