Bel pulang telah berbunyi sejak tiga puluh menit yang lalu. Sekarang SMA GARUDA telah sepi, hanya ada murid yang sedang melaksanakan ekskul atau sekedar mengobrol ria di kelas, sama halnya dengan yang dilakukan oleh empat siswa di kelasnya XI Ipa 5.
"Kevin, coba lo buka hati lo buat Alea. Jangan stay di dia mulu." ucap Bayu menasehati Kevin.
"Hem-- Iya vin. Lupain masa lalu lo itu, lagian belum tentu dia cinta sama lo." sambung Taufik membenarkan.
"Lagian nih ya, apa sih kurangnya Alea? Cantik? Iya, baik? Iya, putih? Iya, pinter? Wojelas iya, dan yang paling penting Alea itu tulus sama lo, bukan kayak dia." tutur Reza panjang lebar.
Kevin yang mendengar perkataan sahabatnya yang membanding-bandingkan antara Alea dan gadis masa lalunya itu lantas tak terima dan mengebrak meja di depannya.
BRAK!
"JANGAN LO BANDINGIN DIA SAMA SI ALEA! DIHATI GUE CUMA ADA DIA BUKAN ALEA! NGERTI LO!" bentak Kevin sembari menenteng tasnya di bahu kiri lalu melenggang pergi keluar kelas meninggalkan ketiga sahabatnya yang menatapnya miris.
"Semoga aja lo gak nyesel vin." gumam Taufik pelan bahkan sangat pelan.
**
Setelah peristiwa kemarin, dimana Kevin yang membuang kotak bekal yang dibawakan oleh Alea. Hari ini Alea tetap membawakan Kevin bekal roti dengan selai coklat. Tapi bedanya hari ini, ia tidak memberikannya langsung ke Kevin melainkan meletakkannya di laci meja Kevin. Dan menyingkirkan berbagai sampah kertas yang menumpuk disana. Dan jangan lupakan juga, kertas cintanya juga.
Hari ini sampai seterusnya, ia akan berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya hanya demi bekal untuk Kevin.
"Sekalian tulis surat buat bebeb kevin," gumam Alea pelan lalu menulis sesuatu di atas selembar kertas dan diletakkan di dalam kotak bekal Kevin lalu menaruh kotak bekal beserta suratnya barusan ke dalam laci meja itu.
**
Tring... Tring... Tring...
Bel masuk berbunyi nyaring, membuat para pelajar SMA GARUDA mulai beranjak memasuki kelasnya masing-masing.
"Vin, bekal siapa tuh?" tanya Reza saat melihat Kevin mengeluarkan kotak bekal dari laci mejanya.
"Tumben gak ada lagi sampah di laci lo?" sambung Reza.
"Gak tau. Lo mau? Ambil aja," ucap Kevin mengangkat bahu acuh lalu menyodorkan bekal itu. Sontak Reza langsung menerima bekal Kevin dengan mata berbinar, karena dia memang sangat lapar.
"Eh. Surat? Vin, nih surat buat lo!" ucap Reza saat ia membuka kotak bekal Kevin dan menemukan sepucuk surat.
"Surat paan?" tanya Kevin sembari menerima surat yang disodorkan Reza padanya.
To : KEVIN ADI PRATAMA CALON PACARNYA ALEXA KALLEA RAWNIE.
Baru membaca kalimat pertamanya saja Kevin sudah muak. Tapi walaupun begitu ia tetap melanjutkan bacaannya.
Alea bawain kakak bekal, jangan lupa dimakan ya kak ^~^ Dijamin enak kok, karna Alea sendiri yang buatinnya ditambah bumbu cinta pula. Oh ya, sampah sama surat yang ada di laci kakak udah Alea buang, dan sekarang kakak tinggal makan bekal buatan Lea aja ya ^~^.
I LOVE YOU SO MUCH! Sampai jumpa lagi di jam istirahat kakak.
From : ALEXA KALLEA RAWNIE.
Setelah membaca tuntas surat Alea, Kevin lantas meremasnya dan membuangnya sembarangan tanpa memperdulikan bekal tadi yang hampir habis dimakan Reza.
'Sialan!' batin kevin mengumpat.