Satu tamparan telak bersarang di pipi mungil Arsenio. Nyonya Adelard yang melihat itu sontak menutup mulut dengan kedua tangan, pun kedua matanya membulat sempurna. "Papa?!" Nyonya Adelard berseru dengan nada tidak percaya akan apa yang dia lihat. Raut terkejut masih nampa jelas di wajahnya. Sedangkan Tuan Adelard— orang yang tadi menampar pipi Arsenio, hanya menaikkan tangan kirinya ke arah sang istri, dan tatapan matanya masih tajam ke arah Arsenio yang sekarang sedang menikmati rasa kebas di pipi kanannya, dengan pandangan mata berkaca-kaca mengarah ke sang papa. Biar tubuhnya setinggi anak remaja, Arsenio tetaplah seorang anak kecil yang di mana, pasti akan menitikkan air mata disaat mendapati kemarahan orang tuanya. Terlebih lagi dia tadi mendapatkan serangan fisik. Siapa anak ke

