Bunyi khas motor king menggema di sepanjang jalan M.H Thamrin. Suaranya yang berisik membuat keadaan jalanan yang padat semakin riuh. Terlebih lagi sekarang mereka tengah berdiam diri, karena terkena lampu merah membuat sepasang mata pengendara lainnya tertuju ke pada si pemilik motor king— siapa lagi kalau bukan Arsenio. Sekarang laki-laki itu tanpa ada raut penuh dosa menunggangi motor bersuara berisik miliknya. Dia tidak peduli dengan pandangan setiap orang, toh ini jalan umum kan? Jadi boleh-boleh saja kan? "Kita sebenarnya mau ke mana sih?" tanya Aileen dengan nada kesal, karena gadis remaja itu sudah puluhan kali melontarkan pertanyaan yang sama, tapi orang yang tengah duduk di depannya ini seolah menulikan diri. "Ih! Kak Ars!" Aileen berteriak dengan kencangnya tepat di depan t

