Jam terus berputar pada porosnya dan tak terasa siang yang tadinya cukup terik sekarang sudah berganti menjadi sore yang dihiasi oleh awan mendung. Padahal jam masih menunjukkan pukul empat sore, tapi karena mendung. Cahaya matahari yang seharusnya terkesan sejuk di jam-jam seperti ini justru terkesan gelap, karena pekatnya awan kelabu yang siap menumpahkan butiran air hujan. "Yah, Yu. Lu kok kabur. Enggak asik banget." Aileen hanya memutar bola matanya saat mendengar suara ocehan Elle keluar dari dalam ponsel yang saat ini, dia simpan di atas dashboard. "Masih mending gue mau diam tiga jaman di sana, El dan itu gue lakukan buat lu. Jika bukan karena lu, gue bakalan pergi saat si onoh dateng," ujar Aileen dengan nada yang terdengar teramat kesal dan bertepatan dengan itu butiran-buti

