Part 68

1645 Kata

Saat ini langit tengah dihiasi awan mendung. Matahari yang seharusnya bersinar sangat terik di siang hari ini, malah bersembunyi di balik awan-awan kelabu yang sudah siap menurunkan butiran-butiran air hujan. Terlihat seorang remaja tengah berjalan menyusuri lorong sepi belakang sekolahnya, tepatnya di salah satu gedung tua. Raut datar begitu tercetak jelas di wajah remaja itu, pun tatapan matanya hanya tertuju ke depan dan dia tidak ada niatan untuk menoleh ke kanan dan kiri barang sekali. Namun, suara isak tangis menghentikan langkah laki-laki berpakaian putih abu-abu itu. Laki-laki yang memakai nam tag di d**a bagian kirinya dan bertuliskan nama, Damar A.A itu, langsung memposisikan dirinya untuk berdiri di balik tembok. Laki-laki itu mulai mengintip dan tepat saat dia menimbulk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN