"Damar Aditya Adhitama, lima belas tahun," ucap seorang laki-laki remaja yang duduk di ujung bagian kiri, tepatnya di barisan terakhir memperkenalkan dirinya, dengan tampang datar. Bakan guru yang melihat itu langsung terdiam mematung dengan tatapan mata yang membulat seolah tidak percaya. Pasalnya disaat seluruh teman-teman kelasnya yang memperkenalkan diri dengan riang, hanya dia yang terlihat seolah tidak tertarik. "Apa saya sudah boleh duduk, Bu?" tanya Damar dengan intonasi suara dan raut wajah yang masih sama. Bu Harum— wali kelas dari sepuluh IPA satu yang tadinya diam mematung dengan raut wajah terkejut tiba-tiba menyunggingkan senyum. Dia menganggukkan kepala. "Silahkan ...." Bu Harum menggantung kalimatnya. Siswa laki-laki remaja yang tadi memperkenalkan diri dengan nam

