"Papa buruan dong!" Aileen berteriak dari luar rumah. Suaranya yang cempreng menggema memenuhi kawasan halaman luar kediaman keluarga Atmadja. Sekarang gadis remaja itu tengah duduk di undakan tangga yang ada di teras rumahnya. Aileen duduk sembari kepala menoleh ke belakang, tepat melihat ke arah pintu rumah yang sekarang dalam kondisi terbuka lebar. "Iiiih, Papa! Buruan!" Aileen kembali menjerit dengan nada yang mulai kesal, pun remaja itu bergerak bangkit dari duduknya, dan sekarang berdiri menghadap ke pintu rumahnya. "Iya, sayang! Tunggu bentar!" Suara teriakan Tuan Buana begitu keras terdengar dari dalam sana. Aileen yang menangkap jawaban dari laki-laki dewasa yang ada di dalam rumah sana, hanya mendengus kesal. Dia memutar tubuhnya dan memilih untuk melihat ke luar halaman r

