Malam sudah menjelma menjadi dini hari. Dentingan suara jam didinding memberitahukan kalau sekarang sudah masuk ke pukul dua dini hari. Diluar hujan masih turun dengan derasnya menerpa atap rumah sederhana yang terbuat dari genteng tanah liat, hingga menimbulkan suara yang tidak begitu berisik, tapi sedikit mampu memecah keheningan malam. Terlebih lagi suara guyuran hujan di luar sana juga sedikit mampu memecah kebisuan dua insan manusia berbeda yang di mana, saat ini tengah duduk di depan sebuah perapian. "Apa kamu sudah merasa sedikit hangat?" Damar bertanya sembari menggosok-gosokkan kedua tangannya untuk menciptakan sebuah hawa hangat. Memang di depannya saat ini sudah ada kobaran api, tapi tetap saja itu belum mampu mengusir hawa dingin di malam ini. Terlebih lagi Damar sudah m

