Di rumah peternakan. Pagi mulai menyingsing. Cahaya terang matahari yang muncul dari ufuk timur begitu terasa menerpa wajah ayu, Aileen yang saat ini masih tertidur pulas dalam keadaan terbungkus selimut tebal. Sementara disebelah Aileen, Damar juga masih memejamkan mata. Dengkuran lembut terdengar keluar dari dalam mulutnya. Namun, itu tidak bertahan lama karena tiba-tiba saja. Laki-laki itu mengeluarkan suara ringisan pun mulai bergerak merenggangkan persendiannya hingga membuat selimut yang menutupi tubuhnya sebatas d**a, sedikit turun hingga perut. Merasa teman tidurnya mulai bergerak, Aileen dengan sendirinya ikut melakukan pergerakan. Akan tetapi, bedanya wanita malah merubah posisi tidurnya semakin beringsut mendekat ke tubuh telanj*ng Damar. Aileen pun juga tidak tanggung-tang

