Aileen berucap dengan nada sarkas, membuat kedua mata Tuan Buana yang sekarang meletakkan kedua tangannya di pundak mungil Aileen membulat, pun Friska yang tadinya berekspresi santai ikut terkejut mendengar penolakan anaknya. "Tidak akan aku izinkan Paman menggantikan, Papa." Aileen kembali berucap dengan sedikit berteriak, pun dia mulai melangkah mundur untuk menjauh dari hadapan Tuan Buana yang masih memperlihatkan raut wajah terkejutnya. Pasalnya dia dari beberapa jam yang lalu sudah berekspresi kalau Aileen si bocah kecil kedatangan yang mempu membuat dirinya jatuh cinta kepada Friska, akan mengatakan iya. Namun, realita menghempas jauh ekspektasi yang sudah tergambar di kepala Tuan Buana, dan itu membuat pikirannya sekarang buntu. Dia tidak bisa mencerna apapun perkataan yang ke

