Kantin yang awalnya dipenuhi oleh suara canda, tawa, dan obrolan tadi seketika menjadi hening. Malahan sekarang seluruh siswa fokus melihat ke meja bagian pojok, tempat di mana sekarang terjadinya perseteruan. "Ayu, jawab!" perintah Arsenio dengan menekan setiap kata yang keluar dari dalam mulutnya. Sedangkan Aileen yang sekarang sudah berdiri dengan tangan masih menyembunyikan jepit rambut itu menggelengkan kepala. "En— enggak." Aileen berucap dengan nada gagap dan Arsenio yang mendengar itu tahu kalau Aileen sekarang sedang berbohong. Makanya laki-laki remaja yang dua tahun lebih tua dari Aileen itu bergerak menolehkan kepala ke samping kanan, tepat ke arah Elle yang sekarang tengah masih setia membuang pandangannya ke arah luar kantin. "El— katakan yang sejujurnya!" perintah A

