"Katakan di mana anak itu sialan!" Baru saja Arsenio merasa kembali bahagia, tapi setelah remaja itu mendengar nama Damar. Dia akan langsung terbakar oleh api amarah. Contohnya seperti saat ini. Sekarang Arsenio tengah menatap laki-laki berkacamata yang tadi tersentak kaget itu dengan pancaran mata penuh akan amarah. Bahkan jika digambarkan. Persis di netra hitamnya sekarang tengah berkobar sebuah api, "Lu bisu?" tanya Arsenio dengan tatapan yang masih sama, tapi bedanya nada bicara yang dia gunakan tidak lagi berteriak. Laki-laki remaja tempramental terhadap sesuatu yang menyangkut Aileen itu bucara dengan nada tenang, tapi biar begitu. Erlangga masih tetap bergidik ngeri. Sedangkan Aileen yang menyadari laki-laki didepannya itu ketakutan, langsung bergerak memegangi lengan kanan

