Emak Rayya Kenapa?

1177 Kata

Aku berjalan mendekat ke arah temanku yang sepertinya sedang mengganjal perutnya dengan camilan-camilan yang ia dapatkan dari koperasi masjid. “Ra, makan! Na!” ucapnya mendorong camilan-camilan itu ke arahku ketika aku mendekat. Aku menggeleng. “Nggak makasih, belum lapar,” tolakku singkat. “Emh boleh tanya enggak?” ucapku yang segera dijawab dengan anggukan kepala. “Apa yang tadi ditanyakan ustaz pewawancara tadi?” lanjutku dengan kekepoan yang membuncah. Teman satu kelas dalam program ngaji akselerasi ini menyelesaikan kunyahan, lalu dengan segera menelan makanan yang memenuhi rongga mulutnya. “Ya, begitu, biasa, apa aku suka berorganisasi, kegiatan yang disukai di sekolah dulu, ingin jadi apa, alasan mengambil fakultas diminati ... ya ... kayak gitu ... semua hal yang berkaitan de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN