Sepuluh

2945 Kata

 Garin sampai di depan gerbang rumah Felisia. Rumah Felisia tidak ada satpam, gerbangnya seperti biasa tidak terkunci. Garin membuka gerbang itu dan membawa motornya masuk. Apa bocah itu ada di rumahnya?  Garin mematikan mesin motornya, lalu melepas helmnya. Ia segera berjalan menju pintu rumah Felisia. Setelah mengetuk tiga kali, dan menunggu beberapa saat, terdengar sautan dari dalam. Itu suara Ibu Felisia.  "Garin? Ya ampun, sudah lama sekali kamu tidak kesini ya?" senyuman cerah Ibu Felisia menyambut Garin.  Garin membalas senyuman Ibu Felisia. "Felisia ada, Tante?" tidak banyak berbasa-basi, Garin segera bertanya tentang Felisia.  Senyuman di wajah Ibu Felisia seketika memudar. Membuat Garin ikut heran. "Ada, tapi.." ucapannya menggantung, namun ia segera teringat akan Garin yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN