Sembilan

2795 Kata

Felisia menghentikan aksi cicip-cicipnya, lalu menoleh ke Rangga. "Jadi gak sama kalian? Dari jam pelajaran ketiga tuh anak udah ngilang." Felisia mengambil asal es teh yang dekat dengan jangkauannya, dan meminumnya tanpa ijin. "Kak, pesenin gue makanan kek, gue laper tau." Tangannya menyenggol Dicky. Dan berarti itu perintah untuk Dicky.  Tidak ada yang seberani itu dengan Kakak Kelas. Apalagi kategori Kakak Kelas anak XII IPS 4. Tak ayal Dicky pun berdiri sambal bersunggut-sunggut. "Pokonya gantiin ya, Fel duit gue. Besok gue totalin sih utang-utang lo."  "Cih perhitungan." Cibir Felisia.  "Mungkin Garin lagi di atap gedung." Cetus salah satu anak yang duduk semeja dengannya. Fikar.  Felisia menatapnya tak mengerti.  "Mencoba bunuh diri karena patah hati mungkin." Fikar nyengir send

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN