Bab 12

1610 Kata

Ia menggeser tubuh sedikit, meraih ponselnya di meja samping, lalu membuka layar dengan cepat. Mencari nama yang dua hari ini telah memenuhi catatan panggilannya. Aluna. Ia menekan tombol panggil. Nada sambung terdengar. Sofia memperhatikannya sambil menyilangkan tangan di da-da, ekspresinya setengah bosan, setengah menghibur diri sendiri. Beberapa detik berlalu. Lalu— panggilan terputus. Fandy mendecak pelan. “Masih nggak bisa,” katanya kesal. Ia mencoba lagi. Dan lagi. Hasilnya tetap sama. “Yaelah…” ia menggeleng, menjatuhkan ponselnya ke sofa. “Masih ngambek.” Sofia mengangkat bahu. “Ya udah, besok aja kamu cari dia langsung,” katanya santai. “Nggak usah terlalu dipikirin sekarang.” Ia mendekat lagi, tangannya kembali melingkar di leher Fandy, napasnya hangat di dekat te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN