Harapan Rendra

1034 Kata
Diandra tercengang saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang kakak kesayangannya itu. Reflek Diandra mengurai dekapan dengan kakaknya lalu terkekeh menanggapi semua kalimat yang keluar dari bibir laki-laki yang masih betah menyendiri itu. “Siapa yang cemburu kak? Tidak mungkin akan ada yang cemburu Diandra pelukan sama kakak kandung sendiri kan kak?” tanya Diandra dengan kedua alis yang saling bertautan menatap ke arah kakaknya. Rendra berdecak kesal saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang adik semata wayangnya itu. Ya. Rendra tahu jika adiknya itu sedang pura-pura polos sehingga laki-laki tampan denvan postur tubuh menjulang itu merasa kesal dengan sikap dan tingkah laku yang ditunjukan oleh adik kesayangannya itu. “Kamu itu masih saja mempertahankan kebiasaan lama iya Di. Kami sudah punya suami kan? Suami kamu yang cemburu lha. Masa orang lain. Walaupun itu sama kakak kandung kamu sendiri. Kalau cemburu itu tetap ada Di. Apalagi kalau kamu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakak kamu,” jawab Rendra dengan sedikit nada kesal. Diandra tergelak kencang dengan jawaban yang diberikan oleh sang kakaknya itu. Ya. Diandra merasa lucu dan geli dengan semua kalimat yang keluar dari bibir laki-laki yang selalu melindungi dirinya sejak kecil hingga detik ini. “Nggak mungkin suami Diandra cemburu sama kak Rendra. Kita menikah juga bukan karena cinta kak. Jadi nggak mungkin ada cemburu di antara Diandra dan suami. Yang ada itu bodo amat,” sambung Diandra dengan nada dan sikap santainya. Rendra mendelikan mata tajam saat mendengar apa yang diucapkan oleh wanita cantik yang sangat dicintai oleh dirinya selain sang mama itu. Ya. Rendra benar-benar merasa tidak habis pikir dengan jalan pikiran sang adiknya itu. Rendra bahkan merasa tidak percaya jika adiknya itu akan mengeluarkan kata seperti itu dengan mudah tanpa beban di hadapan sang suaminya itu. Diandra yang tahu arti tatapan mata sang kayaknya itu tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan semua hal itu. Diandra bahkan sempat menoleh sekilas ke arah suaminya yang sedang menatap ke arah dirinya saat ini. Derren yang tahu suasana di antara mereka sedang dalam keadaan tidak seperti biasanya lantas memutuskan untuk membuka mulut mencairkan suasana di dalam ruang kerja pribadinya itu saat ini. “Derren tidak apa-apa kok kak Rendra. Jadi kak Rendra tidak boleh marah sama Diandra. Apa yang dikatakan oleh istri Derren semuanya benar kan kak Rendra? Derren dan Diandra menikah bukan karena cinta dan belum ada cinta di antara kita. Tapi mungkin semua itu terjadi saat kita baru menikah saja kak Rendra. Tidak dapat dipungkiri, Derren perlahan mulai jatuh cinta dan suka dengan adik kak Rendra. Derren juga tahu kalau Diandra belum memiliki perasaan cinta itu. Tapi Derren merasa tidak masalah dengan semua hal itu. Derren tahu kalau cinta dan perasaan itu tidak dapat dipaksakan kan kak? Jadi biarkan saja semua mengalir apa adanya seperti air saat ini. Rumah tangga Derren baik-baik saja dan tidak ada masalah itu sudah cukup kak. Derren dan Diandra sudah rukun juga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Derren. Bagi Derren yang terpenting semua hal itu dan kesehatan istri juga calon buah hati kita kak. Calon buah hati kita tidak memiliki kesamaan sama sekali. Kesalahan terletak di kita. Jadi Derren tidak akan pernah menyalahkan dan menyiakan calon buah hati kita. Derren akan selalu menyayangi dan mencintaiku istri dan anak-anak sampai kapan pun itu,” sabut Derren berusaha memberikan penjelasan dengan detail agar kakak ipar sekaligus sahabat baiknya itu tidak salah paham kepada mereka berdua. Rendra menganggukan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sang adik iparnya itu. Ya. Rendra mengenal Derren bukan satu dan dua hari. Tapi Rendra dan Derren telah la saling mengenal dan bersahabat baik sehingga laki-laki tampan yang masih betah menyendiri itu telah mengetahui dengan jelas bagaimana sikap dan karakter sahabat baiknya itu. Rendra merasa bersyukur dan beruntung sang adik kesayangannya itu mendapatkan laki-laki yang baik sebagai suaminya. Walaupun pernikahan Derren dan Diandra dilakukan karena terpaksa dengan semua keadaan ini. Namun Rendra percaya jika Derren dan Diandra akan dapat menjalani mahligai rumah tangga dengan lancar dan bahagia bersama anak-anak mereka berdua nanti. Rendra hanya dapat mendoakan yang terbaik bagi Derren dan Diandra. Rendra juga hanya dapat memberikan dukungan dan nasehat jika sepasang suami istri itu melakukan kesalahan dan berselisih paham suatu saat nanti. Walaupun Rendra berharap semua yang terbaik bagi Derren dan Diandra. Namun laki-laki muda tampan pengusaha sukses itu tidak dapat memungkiri jika roda kehidupan tidak selamanya seperti yang diinginkan oleh kita semua. Roda kehidupan berputar sesuai dengan takdir yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta. “Kak Rendra tahu dan percaya kamu itu laki-laki yang baik Derren. Kita sudah lama saling mengenal kan? Jadi kak Rendra sudah tahu bagaimana kamu selama ini. Kak Rendra berharap kamu dan Diandra akan selalu bahagia dan baik-baik saja sampai kapan pun itu. Kak Rendra minta kepada kamu untuk menjaga adik kakak satu-satunya. Kalau kamu sampai menyakiti adik kakak. Kak Rendra orang pertama yang akan memberikan pelajaran kepada kamu. Jangan berharap kamu bisa melarikan diri dari kak Rendra. Kami pasti sudah paham dengan semua hal igi kan?” balas Rendra dengan nada tegas kepada Derren. “Kak Rendra tidak usah merasa takut dan khawatir dengan semua hal itu. Aku tidak akan mungkin pernah menyakiti hati istri. Apalahi istri aku akan memberikan keturunan nanti. Aku juga akan menjaga istri aku dengan sekuat tenaga. Aku akan selalu mencintai dan menyayangi istri dan anak-anak aku. Tidak mungkin juga aku mencari masalah dengan kak Rendra. Aku tahu kalau membuat masalah dengan kak Rendra itu akan tidak baik nanti. Aku dan Diandra mohon doa yang terbaik dari kak Rendra,” sambung Derren dengan nada tulus dan apa adanya. “Iya Derren. Kak Rendra pasti akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan Diandra. Kak Rendra merasa bahagia kamu dan Diandra sudah rukun dan akur saat ini. Papa dan mama pasti juga akan merasa senang kalau tahu semua kabar baik ini,” seru Rendra sembari mengulas senyuman penuh rasa bahagia ke arah Derren dan Diandra. "Iya kak Rendra. Derren juga nerasa bahagia karena hubungan kita sudah membaik saat ini. Tapi semua ini bukaan karena Deren saja kak Rendra. Istri Derren itu wanita yang baik dan dewasa. Istri Derren juga bijaksana kak Rendra. Jadi Derren dan Diandra rukun juga karena keinginan istri. Buka keinginan Derren saja kak. Derren juga tidak pernah memaksa istri untuk rukun kak."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN