Ungkapan Perasaan

1027 Kata
Derren memutar knop pintu dengan perlahan karena tidak ingin mengganggu sang istri yang sedang beristirahat di dalam kamar pribadi mereka berdua malam hari ini. Ya. Derren yang telah menyelesaikan semua pekerjaan kantor kembali masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang terasa lelah hari ini. Namun Derren terkejut saat melihat sang istri yang tampak sedang duduk di atas tempat tidur sembari menatap lurus ke depan denvan tatapan kosong saat ini. Banyak tanya di dalam benak laki-laki tampan itu tentang apa yang sedang terjadi kepada istrinya. Namun Derren yang paling yidak suka memiliki pikiran negatif dan berspekulasi lantas memutuskan untuk bertanya kepada wanita cantik itu tentang apa yang sedang berada di dalam benaknya malam hari ini. Derren melanjutkan langkah kaki menuju ke arah istrinya setelah menutup pintu kamar dengan pelan. “Kenapa kami belum tidur sayang? Apa ada yang sedang mengganggu pikiran kamu saat ini?” tanya Derren setelah duduk di tepi tempat tidur samping istrinya. Diandra yang sedang berada di dalam benaknya seketika tercengang saat mendengar suara bariton yang tidak asing bagi indera pendengarannya. Sontak Diandra mengalihkan perhatian ke arah sumber suara di mana tampan laki-laki tampan yang telah menjadi suaminya itu telah duduk di samping dirinya saat ini. “Sejak kapan mas ada di sini?” Bukan menjawab apa yang diucapkan oleh suaminya. Namun Diandra melontarkan pertanyaan kembali kepada suaminya. Derren mengulas senyuman manis nan hangat di wajah tampannya. Ya. Derren tidak marah kepada istrinya karena laki-laki tampan itu tahu jika wanita cantik yang sedang mengandung calon buah hatinya itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja kali ini. “Mas baru saja masuk ke sini. Mas pikir kamu sudah tidur sayang. Kenapa kamu belum tidur sayang? Ini kan sudah malam sayang? Tidak baik bagi kamu dan calon buah hati kita jika kamu kurang tidur dan tidur terlalu malam sayang,” jawab Derren dengan nada lembut sembari mengusap telapak tangan istrinya. Diandra diam seribu bahasa setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sang suaminya itu. Ya. Tidak dapat dipungkiri oleh wanita cantik itu jika apa yang diucapkan oleh sang suaminya semua benar dan tidak ada yang salah sama sekali. Diandra juga dapat melihat jika laki-laki tampan itu sedang berbicara dengan jujur saat ini. Semua kejujuran dan ketulusan sang suaminya itu dapat dilihat oleh Diandra dari pendar netra hitam legam yang sedang ditatap dengan lekat oleh dirinya. Derren menautkan kedua alis saat melihat sang istri yang tampak diam setelah mendengar semua kalimat yang keluar dari bibirnya beberapa saat yang lalu. Derren merasa penasaran dengan apa yang sedang ada di dalam benak wanita cantik itu saat ini. Derren bahkan merasa bersalah dan takut jika ucapannya menyinggung hati sang istrinya itu. “Kenapa kamu diam sayang? Apa ucapan mas ada yang menyinggung hati kamu tadi?” tanya Derren dengan nada pelan dan hati-hati agar istrinya itu tidak merasa tersinggung lagi. Diandra menggelengkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sang suaminya itu. Diandra memberanikan diri menatap ke arah laki-laki tampan yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan lekat saat ini. “Tidak mas. Apa yang mas katakan semua itu tidak ada yang menyinggung hayi Diandra. Diandra tahu semua ucapan mas itu benar. Jadi Diandra tidak merasa tersinggung dan marah mas.” Diandra denvan sengaja menjeda apa yang akan diucapkan oleh dirinya untuk melihat ekspresi suaminya. “Kalau memang ucapan mas tidak ada yang menyinggung hati kamu? Kenapa kamu diam saja tadi?” tanya Derren denvan penuh rasa penasaran. “Diandra minta maaf iya mas. Diandra minta maaf karena belum bisa menjadi istri yang baik. Diandra minta maaf karena masih kurang ajar sama mas. Sikap Diandra juga masih seenaknya sendiri,” jawab Diandra dengan penuh rasa bersalah kepada suaminya. Tatapan penuh tanya diberikan oleh Derren kepada istrinya yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan penuh rasa bersalah saat ini. Ya. Derren masih merasa bingung dengan maksud ucapan wanita cantik itu beberapa saat yang lalu. Derren bahkan sempat merasa terkejut dengan semua kalimat yang keluar dari bibir ibu hamil itu. Derren tidak pernah menyangka jika istrinya itu akan berbicara seperti itu kepada dirinya kali ini. “Siapa yang bilang kamu itu istri kurang ajar sayang?” tanya Derren dengan nada dan tatapan lembut ke arah istrinya. “Tidak ada mas. Tapi Diandra sadar diri saja mas. Semua sikap dan tingkah laku Diandra kepada mas tidak ada yang sopan dan tidak ada yang benar sejak kita menikah kan mas? Apa yang diucapkan eh kak Rendra semua juga benar mas. Jadi Diandra merasa bersalah sama mas,” jawab Diandra dengan nada lirih. Derren yang tahu jika wanita cantik itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja lantas menarik tubuh sang istri masuk ke dalam dekapan dirinya. Derren mendekap sang istri dengan hangat dan penuh rasa sayang. Diandra yang merasa tercengang dengan apa yang sedang dilakukan oleh sang suaminya itu lantas memutuskan untuk menerima dekapan hangat laki-laki tampan itu dan tidak melakukan penolakan sama sekali malam hari ini. Suasana hening menyelimuti di dalam kamar yang memiliki ukuran luas itu saat sepasang suami istri masih saling mendekap hangat saat ini. Derren mengurai dekapan di antara mereka berdua lalu mengusap wajah cantik dan halus milik wanita cantik itu dengan sentuhan lembutnya. “Kamu tidak usah minta maaf sama mas. Kamu tidak memiliki salah sama sekali sama mas, sayang. Semua yang telah terjadi kepada kita dulu. Mas menganggap semua hal itu masih dalam batas wajar. Jadi mas tidak pernah mempermasalahkan semua hal itu. Mas juga minta maaf sama kamu sayang. Mas telah menghancurkan masa depan kamu karena peristiwa yang menimpa kita satu malam dulu,” ucap Derren dengan tatapan lekat ke arah istrinya. “Mas juga tidak usah minta maaf sama Diandra. Mas juga tidak memiliki salah sama sekali kepada Diandra. Mas sudah menjadi suami dan calon ayah yang baik bagi kita berdua. Mas laki-laki yang baik. Apa yang diucapkan sama kak Rendra semua benar. Diandra seharusnya merasa bersyukur dan beruntung memiliki suami seperti mas. Kak Rendra bicara seperti itu karena sudah lama mengenal mas kan? Kak Rendra sudah tahu bagaimana sifat dan karakter mas," balas Diandra dengan nada jujur dan apa adanya. "Kamu berlebihan sekali sayang. Mas tidak seperti itu sayang. Mas hanya manusia biasa yang masih jauh dari kata sempurna. Mas hanya manusia biasa sayang.."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN