Setelah berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya di kantin kampus, Ana memutuskan untuk segera menghadap menemui sang dosen pembimbing, untuk membahas perihal kelanjutan skripsinya, di ACC atau harus ia revisi terlebih dahulu, selagi sang dosen tidak ada jadwal mengajar pada saat itu. Ditemani kedua sahabatnya, Luna dan Clarissa, Ana mulai melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan sang dosen pembimbingnya, mengetuknya beberapa kali hingga terdengar suara perintah dari arah dalam, menyuruhnya untuk segera masuk menghadap sang dosen pembimbing. “Masuk,” ucap sang dosen dengan nada dingin dan datarnya. Entah kenapa mendengar sang dosen berucap dengan nada dingin dan datar itu, Ana merasa sangat gugup kali ini. Ana harap, semoga saja mood Pak dosennya tidak dalam keadaan buruk saat ini, ag

