Sebuah suara yang mereka dengar, suara khas seorang laki-laki yang ingin mengajak Ana untuk berbicara, berhasil membuat fokus ketiga gadis cantik itu teralihkan. Ketiganya pun mulai mengakhiri kegiatan berpelukan mereka, kemudian mulai menatap siapa gerangan yang telah mengganggu kegiatan manis mereka itu. “Rayhan? Boleh, ada apa?” ucap Ana, kemudian mulai memusatkan perhatiannya kepada Rayhan. “Saya tidak sedang mengganggu kegiatan kalian, bukan?” tanya Rayhan, seraya melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja mereka, kemudian mulai duduk di bangku yang kosong, diikuti dengan Leo yang baru saja bergabung dengan mereka. “Nggak kok, santai aja. Ada apa, Ray?” jawab Ana, kemudian kembali mengulang pertanyaannya, yang belum sempat Rayhan jawab. Tumben sekali laki-laki itu mengajak Ana unt

