Sesuai dengan apa yang sudah Ana janjikan kepada Rayhan tadi, bahwa setelah keduanya mentraktir sahabat-sahabat tersayang mereka makan siang di kantin, Ana dan Rayhan memutuskan untuk langsung pergi ke rumah belajar. Setelah menunaikan kewajibannya, melaksanakan shalat dzuhur di mushola kampus, Ana melangkahkan kakinya menuju area parkiran, menunggu kedatangan Rayhan yang sepertinya masih berada di mushola kampus. “Ana, maaf ya, saya sudah membuat kamu jadi menunggu lama. Tadi waktu di mushola ada junior yang minta waktu saya sebentar untuk sharing, saya mau nolak tapi dianya maksa, ya udah deh, jadi baru ke sini sekarang. Maaf ya,” ucap Rayhan, seraya menatap sebentar ke arah Ana dengan tatapan bersalahnya. Ana menyunggingkan senyum manisnya ke arah Rayhan, kemudian menggelengkan kepal

