Keputusan tersulit adalah, terluka untuk bertahan, dan terlalu sayang untuk melepaskan. Maxel masuk ke kamar hotel setelah membeli sarapan, Devasya ingin sarapan dengan bakso abang-abang, katanya. Sepagi ini? Iya, saat ini jam masih menunjukkan pukul delapan pagi. Devasya menolak diajak sarapan di resto hotel. Beruntungnya, ada penjual bakso keliling yang sedang mangkal di dekat pasar tak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Devasya masih bergelung dalam selimut, tubuhnya lelah, semalam Maxel tak memberinya banyak waktu untuk beristirahat. Alih-alih marah, Maxel malah bersyukur jika Devasya merasa nyaman dengan tidurnya. Sempat beberapa kali Devasya mengeluh sulit tidur. Eits! Kali ini penyebabnya bukan karena ulah Maxel, tapi karena pinggangnya yang terasa tidak nyaman. "Baby,

