Kalau ada api yang harus dipadamkan, maka ada luka yang butuh disembuhkan. "Sayang, ini mama bawain jambu kristal kesukaan kamu." Dini sedikit meninggikan suara dari arah dapur, Devasya tersenyum, Dia sangat menikmati perhatian mertuanya itu. "Iya, Ma," teriaknya, Devasya menuju Dini, lalu tersenyum penuh binar. "Wah, makasih banyak, Ma." Berjajar banyak sekali buah di meja dapur yang berbentuk semi bar ini, mulai dari buah lokal sampai buah impor. "Buat kamu semua," ucap Dini lagi. "Ini terlalu banyak, Ma." Dini menggeleng. "Nggak, ini bakalan cepet abis. Yuni udah mama kasih tahu buat sering-sering bikinin kamu jus." Devasya tak menjawab lagi, hatinya menghangat, dia terus tersenyum, mensyukuri apa yang dia dapat saat ini. "Baby, aku kangen." Lagi Maxel memeluk Devasya saat me

