51 : how come everything went wrong

1115 Kata

Tentu aja Jane gak beneran tidur kayak gimana dia tadi pamit ke Ryan. Cewek itu hanya menutup pintu kamar, lalu merebahkan punggung di atas ranjang, memilih memejamkan mata tapi tidak berhasil. Yang ada, pikirannya jadi berkelana kemana-mana. Padahal ini belum menginjak jam malam, tapi rasanya melamun adalah pilihan terbaik yang dia punya saat ini. Kalau Jane pikir-pikir lagi, bukan salah Ryan. Semua yang terjadi saat ini bukan salah Ryan. Kalau misalnya keadaan dibalik, misalnya Hanna dan Ryan bertengkar, pasti Jane juga akan lebih membela Hanna, secinta apapun dia ke Ryan. Apa lagi posisinya Hanna memang lebih kenal Jane lebih lama. Iya, kan? Bukan salah Ryan kalau dia jadi tidak mempercayai omongan Jane, karena cowok itu lebih kenal lama dan lebih tahu karakter River. Walaupun kenya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN