“I’m sorry.” “No, it’s not your fault at all,” Jane menyanggah, merasa bersalah sendiri ketika suaminya malah meminta maaf untuk sesuatu yang sebetulnya bukan kesalahan dia. “Aku ngomong gini... cuman karena aku biar lega aja.” “I know, tapi tetep aku minta maaf. Aku gak tahu kalau dengan apa yang aku lakuin ternyata bikin kamu gak nyaman. I’m sorry, babe.” Jane menghela nafas, akhirnya dia juga mengangguk. “Aku seneng karena kamu punya niat buat belajar kayak gini,” ucap Ryan lagi, kali ini ekspresinya terlihat bahagia. “You are so mature now. I’m proud to be your husband. Mulai sekarang, kamu bisa ngelakuin apa yang kamu mau, mau kamu bangun jam empat pagi, kek. Mau kamu masak nasi kuning, nyapu, ngepel, apapun. Tapi yang perlu kamu inget, itu bukan suatu kewajiban, oke? Aku maunya k

