66 : what i really want?

2015 Kata

Kemarin malam, setelah keduanya bertengkar dan berujung Ryan masuk kamar lebih dulu, Ryan memang langsung tidur. Dia tidak menyediakan lengannya sebagai bantal Jane sepert biasanya. Juga enggak mengucap selamat malam. Bahkan, dia gak tahu Jane menyusul ke kamar pukul berapa. Seingatnya, bahkan setelah dia tertidur, Jane belum juga masuk ke dalam. Keesokan paginya, Ryan bangun seperti biasa. Dia yang bangun lebih dulu, selalu seperti itu. Bedanya, kali ini dia tak membangunkan Jane. Selain karena suasana hatinya masih tak nyaman, dia juga tahu Jane baru ke kampus pukul sembilan, tak masalah kalau di pukul setengah enam ini gadis itu masih tidur. Ini bukan pertengkaran yang pertama mereka lakukan. Tentu saja. Hanya saja, memang baru kemarin itu Ryan marah sampai meninggikan suara. Semur-um

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN