River cuman perempuan biasa. Kalau dia bisa mengatur perasaannya, dia tentu tak akan menjatuhkan perasaan pada sahabatnya sendiri. Dia percaya kalau yang namanya pertemanan, akan jadi aneh jika langsung berubah jadi kekasih. Pun sedari awal saat dia sadar bahwa dia sudah jatuh hati, dia tahu dia tidak akan mendapat balasan apapun dari Ryan. Dia sadar selama ini Ryan hanya memandangnya sebagai seorang teman. Sahabat. Tidak akan lebih dari itu. Tapi sekali lagi, yang namanya perempuan memangseperti ini, kan? Sudah tahu perasaannya tak akan berbalas, tetap saja dilanjutkan. Parahnya, dia malah selalu menganggap lebih perhatian yang diberikan Ryan kepadanya. Menjadikan perasaannya jadi semakin besar, semakin dalam, semakin salah. Rasa sayang pada Ryan yang ia rasakan semakin menjadi-jadi,

