BAB 21. Setelah pertengkaran itu, memang ada yang berubah. Mas Aditya tampak membuat jarak kembali dengan Adelia. Bahkan untuk memeriksakan kehamilan Adelia di kesempatan berikutnya, Mas Adit kembali menyerahkan urusan itu padaku. Namun, ternyata bukan hanya hubungan mereka yang berubah, hubunganku dengan lelaki itu pun ikut berubah. Entah mengapa aku merasa bahwa Mas Aditya secara tidak sadar telah menunjukkan perasaannya bahwa ia marah. Sebuah kemarahan yang terpendam. Entah karena apa. "Mas hari ini mau dimasakin menu apa?" "Terserah. Apa saja." . . . "Mas, aku pake ini bagus, nggak. Cocok nggak dengan warna kulit aku?" "Iya. Cocok kok." . . . "Mas, kamu nggak minta dipijit? Biasanya---" "Apa sih, Sa? Mas ngantuk ini. Tidur aja lagi yuk!" Ia membalikkan badan hing

