Bab 20. Cemburu

1613 Kata

Aku turun dengan tergesa dari kamar. Aku tidak ingin terlambat sampai di kinder garten, tak juga ingin melewatkan membuat sarapan untuk Mas Aditya. Maka setelah mandi dan berganti pakaian dengan uniform dari tempat kerja, aku segera bergegas mengejar untuk membuat sarapan. Langkahku terhenti di ambang pintu dapur, sosok itu tengah sibuk di depan kompor entah sedang membuat apa. Tumben sekali ia sudah berada sepagi ini di area yang biasanya menjadi area kekuasaanku. "Adelia? Sedang apa?!" tanyaku setelah bisa menguasai diri. Tubuh berbalut baju hamil berwarna pink itu membalikkan badan. Baju yang ia kenakan sekarang sedikit menyulut rasa panas di dalam d**a ini. Aku yakin itu adalah salah satu yang dibelikan Mas Adit tadi sore. Dari bahannya yang lembut, aku tahu harganya pasti lumayan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN