[Ih kamu ini,] balas Mas Romi, yang tidak aku balas lagi. Malas sekali rasanya, jika harus membalas pesan Mas Romi tersebut. Aku pun memasukan handphoneku ke dalam tas, sebab aku tidak lagi membalas chat dari Mas Romi. Setelah itu, aku kembali mengobrol dengan semua keluargaku, termasuk Bu Rahma. Adik-adik Mas Romi pun mendadak sopan kepadaku. Mungkin karena aku datang bersama dengan putra pemilik perusahaan terbesar di negri ini. "Mas Rendi, sejak kapan anda mengenal Mbak Amira?" tanya Rita. "Ini sudah lama saling mengenal, bahkan semenjak kami sekolah menengah atas," sahut Mas Rendi. "Oh, apa kalian pernah berhubungan sebagai kekasih sebelumnya?" tanya Risma kepo. Risma bertanya, tentang hubungan pribadiku dengan Mas Rendi sebelum aku menikah dengan Kakaknya. Rupanya keluarga Mas

