Bab 8 Bukan karena kamarnya saja, yang aku permasalahkan, tetapi Mbak Iren telah berani membongkar lemari dan memakai pakaianku, yang aku simpan di lemari kamarku. Semua perabotan yang aku simpan, ia keluarkan tanpa permisi lagi denganku. Itulah yang membuat aku selalu sebal kepadanya. Dulu ia meminjam kamarku, saat ada keluarganya datang menengok anak keduanya, yang kini baru berusia satu tahun. Mereka semua menginap, jadi kamar aku pun dipinjamnya, sebab kekurangan tempat tidur. Tetapi ternyata kini malah berlanjut ia yang menempati kamarku, sedangkan kamarnya ditempati anak pertama, bersama adiknya yang menumpang tinggal di rumah Ibu. *** "Bu, Mas Romi pulang jam berapa?" tanyaku, saat aku menemui Ibu di dapur. Ia sedang memasak sayur untuk makan sore, sedangkan menantunya entah

