"Sudah, lebih baik sekarang kamu bereskan pakaian dan perlengkapan kamu. Kami semua akan mengantar kamu, sampai ke rumah orangtuamu," perintah Mas Raka lagi. Ia kembali menyuruh Mbak Iren untuk berkemas, dalam artian Mas Raka mengusir Mbak Iren. Ia benar-benar tidak mau memaafkan istrinya ini. "Amira, tolong kamu bantu dia mengemasi barangnya. Kamu pastikan, kalau dia hanya membawa perlengkapannya saja. Jangan sampai ada barang Mas yang terbawa, atau sengaja dibawa olehnya," pinta Mas Raka. "Baik, Mas," sahutku. Aku pun menerima perintah dari Kakakku, kemudian aku mengajak Mbak Iren untuk mengemasi barangnya. Mbak Iren pun akhirnya mau untuk berkemas, setelah terus menerus dicecar oleh Mas Raka. "Amira, sekarang kamu puas kan! Kamu puas karena sekarang aku terusir dari rumah ini? Das

