Bab 32

1130 Kata

Keesokan harinya, saat aku terbangun seperti biasa, kedua anakku sudah rapi dan wangi karena Ibu mertuaku yang mengurusnya. Selain itu, mertuaku dan Amira pun sudah terlihat rapi seperti hendak pergi. Aku pun menanyai mereka, ternyata mereka mau berbelanja bulanan. Tetapi mengapa mereka tidak mengajakku? Begitu tersinggung sekali aku saat mendengar penuturan mereka yang sudah tidak mau menghargai aku lagi. Aku pun meminta, supaya mereka mengajak kedua anakku. Namun, Amira menolaknya, dengan alasan orangtuanya saat ini mau healing, jadi tidak boleh direpotkan dengan urusan anakku. Amira melarangku untuk tidak menitipkan Naila dan Natan kepada mertuaku. Karena menurutnya akulah yang mesti menjaga kedua anakku tersebut. Amira ini memang sudah kurang aj*r sekali sebenarnya, dia selalu memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN