Jebakan

1685 Kata

“Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja? Bagaimana—“ “Senja aku baik-baik saja,” balas Mawar, berusaha namun gagal menyembunyikan rasa sakit yang dia rasakan. Senja yang melihatnya ikut meringis. “Apa sebenarnya yang terjadi?” tanyanya prihatin. “Aku tidak tahu. Kejadiannya begitu cepat. Aku tidak mendengar langkahnya tahu-tahu dia memukul belakang kepalaku.” “Apa kata dokter?” “Duduklah.” Senja menuruti permintaan sahabatnya. Dia duduk di tepi ranjang Mawar. “Tidak ada masalah serius. Untungnya pukulan itu tidak melukai organ vitalku. Semua baik-baik saja. Apa Langit bersamamu?” Senja mengangguk. “Dia menunggu di luar.” “Kalau begitu sebaiknya kalian pulang. Besok kita bisa bicara lagi.” Senja membuka mulut hendak mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia urung mengatakannya. Seba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN