Mawar tersedak makanannya. Dia menatap Senja dengan wajah memerah. “Dia…mengajakmu tinggal bersama?” Senja mengangguk. Tangannya mencomot potongan buah yang ada di atas piring sahabatnya. Saat ini mereka sedang menikmati malam santai sembari menonton TV yang menyala. “Dan apa jawabanmu?” Kening Senja mengerut. “Tentu saja aku menolak. Aku tidak punya alasan untuk menerima tawaran konyolnya.” “Dan dia menerimanya begitu saja? Maksudku, penolakanmu sama sekali tidak membuatnya marah?” Bibir Senja mengerucut mendengar pertanyaan Mawar. “Tentu saja dia marah, tapi itu bukan urusanku. Aku tidak mau tinggal dengannya, titik. Tolong ambilkan popcornnya.” Mawar memberikan popcorn yang ada di sampingnya. “Tapi mungkin saja ucapannya benar. Dia hanya berusaha melindungimu, tahu.” “Aku bisa me

