Begitu suara pintu kamar mandi tertutup dan terdengar suara gemericik air, Zeva menarik napas dalam-dalam. Masih ada jejak-jejak keintiman di udara yang hangat, intens, dan melekat. Tapi bukan itu yang ingin ia biarkan menyambut Selina nanti ketika istrinya itu keluar dari kamar mandi. Dengan langkah ringan, ia mulai bekerja. Zeva meraih bathrobe miliknya yang tadi sempat dilemparkan Selina ke lantai lalu memakainya, Zeva juga memungut lingerie Selina yang juga berada di lantai. Ia lalu menarik seprai kusut dan lembap dengan perlahan, melipatnya tanpa suara. Ia menggantinya dengan seprai bersih berwarna abu muda lalu membentangkannya hingga rata ke seluruh sudut ranjang. Jemarinya menyelip di tiap sudut kasur, memastikan semuanya rapi dan tegang, tak ada lipatan yang mengganggu. Zeva lal

