Bu Masya Datang

1128 Kata

Ardin ngacir meninggalkan Pak Edi yang ditemani koran di teras rumahnya. “Dah ya Pa! Mau balik ke kampus!” sahut Ardin yang langsung menyalakan mesin motornya dan melaju. Sembari motor Ardin melaju dan menghilang dari pandangan Pak Edi, Pak Edi menggerutu, “Dasar ya ini anak, bisa-bisanya ngeledekin gue!!!” Tak lama kemudian, pesan singkat masuk ke ponsel Pak Edi dan tertera di sana nama perempuan cantik, Mona. Halo, Om, lagi ngapain? Tadi Kak Ardin udah jengukin saya, saya tadi disuapin, hehe Membaca pesan itu, Pak Edi ikut tersenyum. Oh ya? Bagus kalau begitu. Baru aja Ardin pulang dari rumah, dia bilang senang ketemu kamu, Mon. Pak Edi membalas pesan singkat itu dengan sedikit berbohong, padahal Ardin sama sekali tidak mengungkit soal perasaannya ke Mona. Mona yang masih dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN