H+1

1246 Kata

Ardin tidak mempedulikan perihal Lusi dan Ribka yang sama-sama ada di ruangan itu. Yang ada dipikiran Ardin, ia harus benar-benar membuat Mona nyaman. Ardin gak mau lagi kalah start sama papanya yang selalu siap siaga untuk Mona. “Enak gak jambu bijinya?” tanya Ardin. “Enak,” Mona mengangguk. “Uh syukurlah, padahal kata penjualnya tadi ini sudah hampir mau busuk,” cerita Ardin yang membuat Mona ternganga dengan kondisi jambu biji itu ada di lidah Mona. “Apa?!” jawab Mona. “Santai, Mon, kan hampir, belum busuk,” jawab Ardin. Mona yang merasa tidak masalah dengan rasanya, kembali mengunyah dan menelan jambu biji itu. “Mon, kemarin siapa yang antar lo ke rumah sakit untuk berobat?” tanya Ardin sambil menyuapkan lagi jambu biji untuk Mona. “Om Edi,” jawab Mona. “Jam berapa papa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN