Wanita paruh baya dengan kacamata yang membingkai sebagian wajahnya itu, mengerutkan dahi dengan dalam. Bu Dini masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud sang putra barusan. "Terlambat? Bagaimana maksud kamu, Bara?" cecarnya, kemudian. "Sebenarnya, tadi yang mau Bara katakan pada Mama, ya masalah ini, Ma." Pria berahang tegas itu menatap lekat sang mama. Bara lalu mengusap-usap tengkuknya, nampak gelisah. "Katakan, Bara, ada apa? Jangan membuat mama jadi semakin bingung!" "Masalahnya, Mas Abi sudah pindah ke luar negeri, Ma. Dia memberitahukan kepindahannya mendadak sekali, sampai Bara dibuat bingung karena pekerjaan Mas Abi masih banyak yang belum selesai." Bara menghela napas panjang lalu menghempas punggung pada sandaran sofa. "Meski Abi dan istrinya tinggal di planet lain sek

