Keheningan tercipta di ruang kerja Bara. Larasati masih merenungi nasib yang tidak berpihak padanya. Sementara Bi Mimin terdiam dengan tatapan iba pada wanita muda yang sudah dia anggap seperti saudara. Asisten senior di kediaman Bara itu memang mengetahui sekilas tentang kisah rumah tangga Larasati. Wanita paruh baya tersebut dapat mengerti keadaan wanita muda itu jika saat ini Larasati tidak lagi mudah percaya pada laki-laki. Luka yang ditorehkan oleh Abimana begitu dalam dan pasti sangat sulit bagi Larasati untuk dapat memaafkan apalagi melupakan apa yang telah dilakukan oleh sang mantan suami. Bi Mimin tidak ingin memaksa. Biarlah waktu yang akan menyembuhkan luka. Waktu pula yang mungkin dapat mengubah segalanya. "Kalau Nak Rara sudah kuat berjalan, ayo Bibi antar ke kamar," taw

