Mobil yang dikemudikan Jali terus melaju, melandas di jalanan beraspal yang mulai padat. Sopir pribadi Bara itu harus fokus melihat ke depan agar perjalanan mereka selamat. Sepertinya, sebagian besar penduduk Jakarta yang sehari-hari menghabiskan waktu dengan bekerja mulai dari pagi buta dan baru kembali ke rumah ketika hari telah petang, memanfaatkan hari libur untuk jalan- jalan bersama keluarga tercinta hingga membuat jalanan semakin merayap. Di bangku belakang, Bara terlihat murung setelah menutup teleponnya. Pria yang akhir-akhir ini senang menggoda Larasati itu, kini menjadi pendiam dan seperti ada yang mengganggu benaknya. Hal itu mengundang perhatian Larasati yang sedari tadi memperhatikan Bara. "Mas, ada apa? Apa ada masalah serius?" tanya Larasati seraya menoleh ke arah Bara.

