Bara bukannya segera menjawab pertanyaan yang dilontarkan Larasati, pria tampan itu malah tersenyum melihat sorot kecemburuan di mata indah sang calon istri. Duda satu anak itu balas menatap Larasati dengan tatapan penuh arti. Apa yang dilakukan oleh Bara, membuat wanita muda yang duduk di samping ayah Bram tersebut menjadi keki. "Apa Mas Bara hanya mau mempermainkan perasaan Rara saja?" tanya Larasati pelan dan hampir tidak terdengar dengan netra yang mulai berkaca-kaca. Melintas kembali dengan jelas, apa yang dulu pernah dia terima dari Abimana. Kelembutan dan ketulusan sang mantan suami di awal pertemuan mereka berdua, berakhir dengan goresan luka yang menganga. Bara menggeleng, cepat. "Cik, jelaskan apa maksud perkataanmu tadi!" titah Bara pada wanita berkulit putih yang tadi melon

