Bab 5

1776 Kata
Pesta itu digelar dengan sangat meriah di salah satu bar yang terkenal sebagai tempat orang-orang kalangan kaya berkumpul, Bumboo Bar. Cylvi memutar stir mobilnya dengan cepat setelah berhasil menemukan tempat parkir yang masih kosong. Tanpa mengecek kembali penampilannya, ia dan teman-temannya segera memasuki bar tersebut setelah memarkirkan mobil. "Rame banget kayak lagi di pasar ikan," ujar Ananda saat memasuki bar itu. "Ya iyalah. Si Magdalena mana mungkin mau kalah sih, apalagi dia secara langsung ngundang si Cylvi ke sini," kata Salsa dengan gaya arogannya yang biasa ia tunjukkan pada orang lain selain Kingnezs. Vina mendengkus pelan seraya memutar matanya bosan. "Gue heran, dia gak suka sama genk kita. Tapi ngapain ngundang kita ke acaranya? Buang waktu banget buat ke sini." "Mana gue tau. Ada yang dia rencanain kali buat kita," jawab Anna sembari menolehkan kepalanya ke seluruh arah. “Atau buat Cylvi?” Ketujuh cewek tersebut akhirnya menduduki diri pada meja paling pojokan di ruangan tersebut. Keadaan yang ramai disertai suara musik yang keras itu membuat mereka memilih untuk menyingkir ke pojokan ruangan, mengacuhkan beberapa orang yang memandang mereka takjub dan heran. "Ya mungkin aja sih. Dia kan bener-bener gak suka sama kita,” kata Mita dengan raut santai seolah sedang membicarakan cuaca. Cylvi mengangkat  bahunya tak peduli seraya meminum vodka yang ada di tangannya. Minuman keras bukan sesuatu yang baru untuknya. Walaupun tidak begitu menyukai rasa pahit minuman tersebut, Cylvi tetap menikmati minuman itu dan ia bukan seseorang yang mudah mabuk. "Ikutin aja permainannya," bisik Cylvi disertai nada tajam yang menusuk. “Nanti juga bakal ketahuan tujuan dia ngundang kita tuh buat apa.” Cylvi dan Magdalena bukan teman baik dan semua orang di sekolah mengetahui fakta tersebut. Kedua cewek itu sering menyerang satu sama yang lain dengan alasan Magdalena tidak menyukai tingkah Cylvi yang menurutnya terlalu sombong, sedangkan Cylvi hanya meladeni kelakuan Magdalena yang selalu mencari masalah dengannya. Bukan hanya bermusuhan dengan Cylvi, Magdalena juga terang-terangan menunjukkan sikap bencinya pada semua anggota Kingnezs. "Wah. Kita ketemu lagi di sini." Teriakan riang yang mampu menyaingi suara musik di telinga anggota Kingnezs terdengar dari arah belakang Cylvi. "Oh? Saras?" Salsa membulatkan matanya tak menyangka bisa bertemu dengan gadis itu. “Kok lo bisa ada di sini?” Salsa menggeser sedikit tubuhnya agar Saras bisa duduk di sebelahnya. "Yup, bisa dong. Gue kan datengnya bareng Gilang,” tukasnya sambil menampilkan senyuman manis. “Wih! Lo minum juga, Cyl? Ya wajar aja sih mengingat lo itu ketua genk Kingnezs yang pasti gak bakal ada masalah sama minuman beginian," lanjutnya menyengir kuda. "Hm," komentar Cylvi sembari meneguk vodka-nya sedikit. Sejenak, Saras mengerutkan dahinya tak mendapati sosok Gaara yang  merupakan pacar Cylvi. "Lo gak bareng Gaara, Cyl? Barusan gue ada liat dia deh, baru dateng kayaknya," katanya sambil celingak-celinguk mencari Gaara. "Lo sendiri? Mana Gilang?" tanya balik Cylvi mengalihkan pembicaraan. Jujur saja, ia sama sekali tidak tahu dan tidak tertarik dengan keberadaan Gaara saat ini, yang ingin dilakukannya sekarang adalah pulang dan tidur di ranjang nyamannya. "Dia bareng sama teman-temannya mungkin. Tadinya sih bareng gue, tapi barusan kita kepisah. Ini juga dari tadi gue cariin ke mana-mana. Gue gabung di sini dulu ya? Kan nanti pasti Gaara atau Johan ke sini, ya anggap aja gue lagi nungguin mereka.” Saras mengedarkan pandangannya, menatap satu per satu gadis berstatus anggota Kingnezs tersebut. “Anggota genk Kingnezs semua ya ini? Kenalin... gue Saras," cerocos Saras sambil menduduki dirinya di samping Salsa. "Iya. Ini Kingnezs semua. Salam kenal ya," jawab Ananda seraya tersenyum simpul dan Saras membalasnya dengan cengiran lebar. "Nah itu dia si Gilang. Lang, Gilang!" teriak Saras ketika mendapati sileut Gilang sembari melambaikan kedua tangannya riang. Gilang menoleh ke arah suara Saras. Ia bisa menangkap sosok Saras yang sedang duduk semeja dengan anggota Kingnezs. Gilang dan teman-temannya melangkah santai menghampiri meja yang diduduki Kingnezs dan Saras. "Gaar, kok lo gak barengan sama Cylvi sih? Terus gak nyusulin kita di sini," tanya Saras pada Gaara yang menyibukkan diri dengan memainkan ponselnya. Gaara dan Cylvi hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan kepo yang dilemparkan Saras. Sedangkan teman-teman Cylvi sontak berusaha menahan tawa, kontras dengan teman-teman Gaara hanya bisa memasang muka bingung, terkecuali Johan dan Gilang. Mereka tahu apa yang terjadi sebelumnya. "Gue barengan sama genk gue soalnya.” Terdengar suara desahan lirih Cylvi saat ia kembali harus membohongi Saras. "Oh gitu rupanya." Saras mengangguk kepalanya mengerti. "Lo dateng juga rupanya. Gue kira lo bakalan takut, gak bakal berani muncul di sini." Terdengar suara Magdalena yang dingin yang kemudian melempar tatapan tajam ke arah Cylvi. Cylvi membalas tatapan Magdalena dengan sinis, ia mendengkus kecil sembari meneguk habis sisa vodka di gelasnya. Magdalena menyilang kedua tangannya, menampilkan senyuman remeh khasnya. “Gak mau jawab lo, Cyl? Takut?” " Lo lupa kalo lo sendiri yang anterin undangan ke gue?" jawab Cylvi dengan pandangan mata terarah lurus ke Magdalena. “Kayak ngemis-ngemis minta gue ke sini.” Ia meletakkan kasar gelas di atas meja, beruntung gelas kaca itu tidak pecah. Magdalena menahan emosinya yang mulai naik sejak mendengar nada suara Cylvi yang terkesan merendahkannya. “Lo−“ “Bener kan yang gue bilang?” Cylvi membangkitkan tubuhnya, tak lupa ada seringai sinis yang bermain angkuh di bibirnya. Magdalena tahu jika Cylvi memiliki mulut yang tajam. Ia sudah memperkirakan apa yang akan dikatakan oleh Cylvi. " Mengingat lo siapanya gue, jelas dong gue harus ngundang lo,” tukas Magdalena tak mau kalah. Cylvi terkekeh pelan. "Lo gak nangkep kalo gue takut sama lo kan? Karna jelas aja, harusnya lo bisa tau maksud kedatangan gue di sini." Senyum picik diberikan Cylvi pada Magdalena yang memandang tajam ke arahnya. Cylvi tidak takut biarpun yang mengajaknya ribut itu anak menteri sekalipun. "Gue penasaran, sifat sombong lo itu bisa bertahan sampe kapan," sindir Magdalena seraya menunjuk bahu kiri Cylvi. "Lo gak perlu penasaran, karna sifat gue yang itu bakal berlaku seumur hidup kalo udah berurusan sama lo," jawab Cylvi menepis tangan Magdalena dengan kasar. Sadar dirinya hanya akan membuat keributan di pestanya sendiri jika terus beradu mulut dengan Cylvi, Magdalena memilih menghentakkan kaki dan melangkah pergi. Teman-teman Cylvi yang sedari tadi kesulitan menahan tawa akhirnya menyemburkan tawa. Kejadian yang membuat banyak orang was-was justru terlihat lucu di mata mereka. " Lo liat gak mukanya si unta tadi. Mateng! Mendidih banget," komentar Vina sambil tertawa renyah. "Anjir. Cylvi dilawan. Belum tau dia sama mulut pedasnya nih anak," kata Ananda yang sudah berhasil menahan laju tawanya. "Kalo boleh tau, Cylvi sama cewek tadi ada masalah apa? Kayaknya musuhan banget," tanya Saras bingung. Ia bisa merasakan hawa peperangan ketika kedua cewek itu berdebat. Gilang dan teman-temannya memilih untuk duduk di meja yang sama dengan Kingnesz. Kebetulan yang pas, meja yang dipilih cewek-cewek itu cukup besar untuk mereka semua. "Bukan masalah sih. Cuma suka ribut aja," kata Anna yang memancing kembali tawa yang sempat mereda di anggota Kingnezs. “Kayak Tom sama Jerry.” "Kok gitu?" Saras semakin tak mengerti. "Ya gak tau juga sih,”  tukas Siska sekenanya, ia lalu memandang cuek ke arah Cylvi. “Cyl,  lo ada susun rencana gak?" tanyanya. "Ada. Udah gue susun dari kasus tanaman gue sama Bu Mira,” jawab Cylvi menyandarkan tubuhnya sembari menatap asal ke penjuru ruangan yang semakin ramai dan pengap. "Yang pake cat itu, Cyl?" Ananda menggelengkan kepalanya masih tak paham dengan tujuan Cylvi yang mendadak rajin mengecat tanaman. "Jujur Cyl, sampe sekarang gue masih gak ngerti kenapa mesti pake cat lo nyiramnya,” timpal Vina tak dapat menahan nrasa penasarannya. "Dia bakal berkarya lagi kayaknya," cibir Mita yang hanya dibalas senyum kecil penuh makna Cylvi. Cylvi berjalan anggun mendekati meja yang di atasnya penuh dengan sajian mengunggah selera. Ia tidak berniat memakan sesuatu di sana, hanya sekedar melihat ke sana ke sini. Hal yang sengaja ia lakukan untuk membunuh rasa bosan yang sudah menderanya sejak awal memasuki bar. "Gue mau ucapin terima kasih buat kalian semua yang udah nyempatin diri buat dateng ke pesta gue ini. Khususnya buat lo, Cylviana. Gue tersanjung banget lo mau hadir di sini," kata Magdalena dengan microphone di tangannya, tak lupa menyunggingkan senyumnya yang tampak palsu di mata Cylvi. Cylvi yang duduk bersama teman-temannya dan Tinders hanya memandang tanpa arti ke arah Magdalena. Ia tak mau merespons apapun, walau Magdalena seperti menyindir kedatangannya secara terbuka. "Cyl, kapan giliran lo?" tanya Salsa di tengah pidato Magdalena yang memekakkan telinga. “Gue udah gak sabaran nih.” Cylvi memejamkan matanya sebentar. "Bentar lagi. Gue udah perhitungin semuanya." "Dan makasih buat cowok gue tercinta, Aldo yang selalu ada buat gue," lanjut Magdalena lalu mengandeng mesra seorang cowok. "Tapi potongan pertama kue ini tetap gue kasihkan ke Cylviana sebagai tanda terima kasih gue yang sebesar-besarnya." Senyuman sinis terukir jelas, Cylvi berjalan dengan arogan ke arah Magdalena. Di otaknya, sudah tersusun rapi beberapa rencana yang akan ia perbuat. Cylvi menerima kue yang disodorkan Magdalena dan dengan sengaja menjatuhkan kue itu hingga mengenai gaun yang dipakai Magdalena. "Lo! Gaun gue..." Magdalena membelalakkan matanya kaget. "Sorry, gue gak sengaja." Senyum kemenangan diberikan Cylvi yang hanya bisa dilihat Magdalena dan Aldo karena posisinya membelakangi orang lain. "Lo sengaja kan, Cyl?" tanya Aldo yang jelas membela pacarnya. "Menurut lo?" ucap Cylvi menantang. Nada tantangan yang dikeluarkan Cylvi berhasil membuat Aldo marah. Aldo hampir saja menampar Cylvi jika tidak ada tangan lain yang menahan tangan Aldo. Gaara maju ke depan dan berdiri di samping Cylvi. Cylvi sebenarnya menunggu tangan Aldo lalu bermaksud memutarnya, membanting puas tubuh kecil cowok tersebut. Setidaknya itu rencananya sebelum tangga cowok itu keburu ditangkap oleh Gaara. "Lo gak usah ikut campur, Gaar," ujar Aldo dingin sembari mencoba meloloskan tangannya yang dicengkram kuat oleh Gaara. Aldo dan Gaara teman sekelas. Mereka tidak berteman akrab namun juga tidak bermusuhan, hanya seperti kenalan yang kebetulan sekelas. Cylvi yang malas dengan drama ulang tahun ini, memutuskan untuk membalas Aldo dengan menendang perut Aldo yang sontak membuat cowok itu mundur beberapa langkah. Magdalena yang melihat itu langsung berdiri di depan Aldo. Cylvi menyilang kedua tangan sinis. "Lo jangan ikut-ikutan bela cewek itu ya, Gaar. Lo kan tau dia yang mulai duluan," ucap Magdalena mencari pembelaan diri. "Dia cewek gue. Udah sewajarnya gue belain dia," jawab Gaara dengan menarik Cylvi ke belakangnya. “Mau dia yang mulai duluan atau bukan, gue gak terima kalo ada yang mau main tangan sama dia,” lanjutnya yang sukses memusatkan semua perhatian kepadanya. “Sama kayak lo kan, Do?” Tak hanya teman Gaara dan Cylvi yang kaget mendengar untaian kata tersebut, Cylvi sendiri langsung memandang wajah Gaara. Sejak kapan Gaara pacaran dengan dirinya? Kalau pun iya, itu hanya anggapan teman-temannya bukan dari kenyataannya. "Apa? Lo mau sama cewek ginian, Gaar?" sindir Magdalena diikuti kekehan kecil meremehkan. "Gue ngerasa Cylvi jauh lebih baik daripada lo. Dan gue ingatkan, jangan sekali-sekali nyentuh cewek gue kalo lo masih mau anggota tubuh lo tetap utuh. Gue gak akan segan-segan biarpun lo itu cewek," ujar Gaara dengan dingin dan penuh penekanan. Gaara menarik Cylvi menjauh dari sana. Cylvi yang masih bengong itu tidak sempat melakukan perlawanan. "Apa-apaan sih lo?" bentak Cylvi begitu sudah berada di luar dengan Gaara. Keduanya berdiri di depan mobil Gaara. "Hm." Gaara menatapa malas pada Cylvi yang tampak akan meledakkan emosinya. "Hm apanya? Maksud lo apa sih tadi?” jerit Cylvi frustasi. "Menurut lo?" "Ish." Cylvi pergi meninggalkan Gaara yang masih berdiri di depan mobil. Belum lima langkah, tangan Cylvi kembali ditahan Gaara. "Gue gak mau tau sekarang. Pokoknya lo jadi cewek gue mulai dari hari ini." "Hah?!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN