Kata orang, cinta bisa datang seiring dengan kebersamaan yang dilalui. Tapi masa iya, secepat ini Cylvi bisa suka sama Gaara? Apalagi kalau diingat-ingat, Gaara itu tidak termasuk tipe idaman Cylvi. Cowok itu makhluk yang menyebalkan dan selalu membuatnya naik pitam.
Memang cowok itu tak jahil yang selalu mengganggu Cylvi, tapi Gaara itu sepertinya mempunyai bakat untuk membuat Cylvi kesal. Apapun yang dikatakan dan dilakukan Gaara, terkadang sukses membuat Cylvi baper ataupun ingin menonjok wajah sok cool cowok itu.
Cylvi akan setuju seratus persen jika ia memang tak menyukai Gaara. Tak diakui sebagai pacar saja Gaara sudah sering kepedean apalagi jika ia mengakui perasaan? Nggak. Ia gak mungkin memiliki perasaan lebih pada Gaara.
Gaara itu memiliki sifat yang sulit dipahami. Kadang cowok itu super pendiam, kadang cuek, kadang baik dan kadang malah suka menjahilinya. Ada pepatah yang mengatakan perempuan sulit dimengerti, namun sepertinya Gaara jauh lebih sulit dimengerti. Cowok itu mengeluarkan suaranya saja suka setengah-setengah, belum lagi tingkahnya yang kadang di luar prediksi. Gaara benar-benar spesies langka dan Cylvi tak berminat untuk mengerti seseorang seperti Gaara.
Ketujuh anggota Kingnezs lagi-lagi berkumpul di kantin sekolah yang tampak ramai, mereka tak mempunyai tujuan lain untuk datang ke sekolah. Selain hanya untuk nongkrong di kantin, mereka juga sering jadi penghuni ruang guru BP.
"Cyl, ada si Grace tuh di sana," kata Mita menunjuk seorang gadis yang sedang menutup lokernya.
"Heran deh. Kenapa gak grape aja namanya," ucap Anna menopang dagunya. “Nanggung banget.”
Ananda memutar matanya cuek. "Nama lo sendiri juga ada Grace-nya kali, Na," sambarnya lalu berjalan terlebih dahulu ke arah kantin.
"Punya gue kan Gracelly,. Beda dong," sahut Anna melotot dongkol tak terima.
"Sama aja ada Grace Grace-nya kali," kata Mita sesekali menyeruput teh esnya yang baru saja diantarkan anak bibi penjual tersebut.
Di anggota Kingnezs, hanya Siska dan Vina yang ‘sedikit’ lebih pendiam. Namun terkadang Cylvi juga termasuk pendiam, sisanya adalah perusuh kelas kakap. Mereka seperti memiliki sejuta bahasan untuk dibahas.
"Elah. Lalu kenapa kalo ada Grace tadi?" tanya Salsa mengakhiri perdebatan teman-temannya.
Mita tersenyum lebar hingga menyipitkan matanya. "Kan biasa si Cylvi suka tuh ngerjain Grace. Ya jadi gue kasih tau aja kalo tadi ada mainannya Cylvi."
Orang yang biasanya menjadi langganan korban keisengan Cylvi adalah Grace atau Astri. Menurut Cylvi, kedua siswi itu jauh lebih seru dikerjai. Keduanya tak berani menjawabnya, bahkan tak berani membalas tatapan matanya. Walaupun sebenarnya semua orang sama saja untuknya, tak akan ada yang berani melawan dan menentangnya.
Belum sempat Cylvi mengganggu Grace yang baru saja berjalan memasuki kantin yang semakin sesak, Magdalena terlebih dahulu berjalan menghampiri Cylvi dengan seringai sinisnya.
"Ih wow! Ketemu lagi sama topeng monyet," sindir Magdalena yang langsung disambut gelak tawa dari teman-teman yang berdiri arogan di sebelahnya.
Magdalena merasa perlu membalas kelakuan Cylvi yang membuatnya malu di pesta ulang tahunnya kemarin. “Mana cowok sok pahlawan kesiangan lo?” tantangnya yang dibalas delikan cuek dari Cylvi.
"Elah, si buluk muncul. Mau ngapain Mbak di sini? Mau ngemis apa ngamen?" sahut Vina tertawa renyah.
"Diam ya lo, Vin. Gue gak ada masalah sama lo," bentak Magdalena dengan nada menusuk.
"Yang bilang lo ada masalah sama gue itu siapa?" jawab Vina kelewat polos.
Anggota Kingnezs yang lain tertawa terbahak-bahak melihat reaksi keras Magdalena, ini baru Vina yang menjawabnya belum Cylvi yang sedari tadi diam tak mau menanggapi apapun.
"Diem deh lo," kata Anti, teman Magdalena. “Magdalena gak ngomong sama lo ya.”
"Eh, anti bocor. Lo yang harusnya diem. Ketua gila lo yang nyamperin kita, pake langsung ngatain lagi. Kok lo yang sewot? Ikutan gila ya kayak ketua lo?" sahut Salsa tenang.
"Makanya pas milih ketua itu yang sehat aja, jangan yang penyakitan. Tertular kan lo pada," sambung Mita mengundang tawa tertahan di sekelilingnya.
Cylvi tetap bungkam, ia merasa belum waktunya untuk ia ikut membuka suara. Ia lebih memilih menyerang di akhir daripada di awal, yang hanya akan melelahkan menurutnya.
"Kenapa lo diam, Cyl? Takut sama gue?" sindir Magdalena sambil mengangkat dagunya arogan.
Cylvi mengangkat sebelah alisnya jenaka dan memasang wajah polos khasnya. Sejak tadi, cewek itu hanya menyimak pembicaraan mereka sambil sesekali memainkan ponselnya. Ia mendengar semuanya, hanya saja malas untuk menjawab pernyataan yang tidak penting.
"Lo ngomong sama gue?" tanyanya polos membuat Magdalena ingin menenggelamkan Cylvi ke dasar sungai sss.
"Gak deng, dia ngomong sama tiang ini tadi," ucap Mita sambil menunjuk ke arah tiang kayu di sebelah Ananda.
"Diem lo, kuda nil," kata Lola. Ia berdiri di samping Magdalena.
"Ya elah. Emak kuda nil gak sadar diri rupanya," ujar Mita lagi yang kembali disambut ketawa dari beberapa orang di kantin. Mereka lebih takut pada Kingnezs daripada Magdalena. Bukan karena Kingnezs lebih senang membuat kasus, namun lebih ke kepada latar belakang anggotanya.
Kingnezs, yang beranggota tujuh orang itu, lengkap dengan sikap mereka yang suka membully dan mampu mengintimidasi orang lain hanya dengan nada bicara mereka yang arogan. Mereka semua juga termasuk anak karate, yang artinya hanya akan menambah sakit jika berani menggertak mereka.
Reputasi Kingnezs dan Magdalena CS yang diketahui genk Girlly itu sebenarnya sama saja. Kedua genk itu sering keluar masuk namanya di buku kasus. Hanya saja, bagi sebagian orang di sekolah, Kingnezs jauh lebih berbahaya apalagi semenjak mereka tahu Cylvi sedang berpacaran dengan Gaara, anggota Tinders.
Tinders, genk yang sangat terkenal di jalanan luas sana. Mereka tidak memiliki ketua genk seperti Kingnezs ataupun Girlly, namun mereka sangat kompak dan menjadi ikon tawuran yang terjadi tahun lalu. Tawuran yang mengakibatkan banyak korban yang jatuh, yang bahkan membuat polisi dan tentara yang saat itu turun tangan kewalahan tak mampu menahan serangan genk-genk itu. Tinders berada di sana hingga akhir dengan jumlah anggota yang tak berkurang satu orang pun, dan mereka hanya mengalami luka-luka kecil.
"Ada perlu apa lo sampe datengin gue di sini? Mau minta tolong?" Itu pertanyaan bernada sindiran yang keluar dari mulut Cylvi.
"Tingkat kepedean lo naik, Cyl?" sindir Magdalena menaikturunkan alisnya menantang.
"Hm?" Belajar dari Gaara, satu kata 'hm' itu cukup menjengkelkan dan sulit untuk dibalas. Cylvi sering merasakan itu jika sedang berbicara dengan cowok tersebut.
"Lo gak usah mikir gue mau minta tolong sama lo deh. Lo tau, suatu saat nanti lo yang bakal minta tolong ke gue." Magdalena mencibir Cylvi yang tak mengubrisnya.
"Lo perlu bantuan gue buat wake you up? Terlalu kebawa mimpi deh lo!" Cylvi akhirnya bangun dari tempat duduknya.
"Lo pikir semalam gue mimpiin lo gitu?" tukas Magdalena menampilkan wajah terkejut yang dibuat-buat.
Cylvi menyeringai tipis. "Siapa tau? Lo kan emang nge-fans sama gue."
"Pardon?" Magdalena menatap rendah pada Cylvi yang memandangnya tajam.
"Congek lo kambuh?" ujar Cylvi sarkastik.
Magdalena mendelik sebal ke arah Cylvi yang sudah tersenyum sinis. Cewek itu selalu emosi jika sudah beradu mulut dengan Cylvi.
"Oh ya, kok gue gak liat cowok lo? Mana cowok lo yang katanya siap lindungin lo sampe pake ngancem?" Magdalena menoleh kanan kiri. “Kabur karna udah bosen sama lo?”
"Kenapa? Lo pengen ketemu atau mau ngerasain ancaman cowok gue yang kemarin?" Cylvi balik menentang Magdalena, ada seulas senyum angkuh di bibirnya.
"Idih. Cowok gituan aja lo banggain,” ejek Magdalena yang kemudian diikuti tawa sinis teman-temannya.
"Jealous?" tukas Cylvi tanpa mengubah nada suaranya yang datar.
Gaara adalah salah satu siswa terkenal di sekolah. Ia termasuk dalam kategori cowok yang sulit ditaklukkan, berparas tampan, jenius, badboy, tajir dan cuek. Sudah tak terhitung berapa jumlah cewek yang sudah ditolak oleh cowok itu.
Dan kabar Cylvi dan Gaara berpacaran cukup mencengangkan orang-orang di sekolah mereka hingga membuat kabar hubungan kedua orang itu dimuat di mading sekolah selama seminggu penuh. Keduanya sering dijadikan bahan gosip ataupun cibiran untuk yang iri melihatnya, yang tentu saja dilakukan mereka di belakang Cylvi dan Gaara.
"What? What for I need to jealous about your boyfriend?" Magdalena melempar tatapan bosan.
Cylvi menyipitkan matanya. "Because your boyfriend not sexy like mine. That is why!"
Magdalena mengdengkus pendek, ia lalu tertawa kecil meremehkan. "Lo bangga banget sama cowok lo? Kenapa? Karena cuma dia yang suka sama lo?"
"Lo gak cuma congek deh kayaknya, tapi juga buta." Cylvi menggelengkan kepalanya dramatis. “Jadi kasian gue sama lo.”
Cylvi selalu membalas ucapan Magdalena dengan sindiran yang sama kerasnya. Hal itu membuatnya menjadi dongkol. "Lo liat aja nanti, Cyl." Setelah mengatakan itu, Magdalena dan teman-temannya berlalu pergi meninggalkan meja Cylvi. Sangat percuma menantang Cylvi untuk berdebat. Ia jelas tahu, cewek itu sangat pandai bersilat lidah.
"By the way, gue gak liat Gaara dari tadi, Cyl," tutur Mita celingak-celinguk.
Mereka memilih kembali ke kelas karena keadaan kantin menjadi sangat ramai akibat perdebatan Cylvi dan Magdalena, dan cukup menjengkelkan karena beberapa orang terus memandang ke arah mereka tanpa berkata apapun.
"Gue gak tau juga tuh," jawab Cylvi acuh tak acuh. Ia berusaha melupakan fakta jika ia berangkat bersama Gaara, dan bahkan mereka sempat berpelukan pagi ini. Memikirkannya saja sudah membuat wajah Cylvi memanas.
"Lo gak kangen, Cyl?" goda Mita. Mereka tidak tahu jika tadi Cylvi sudah bertemu dengan Gaara.
"Nggak!" jawabnya pendek.
"Yakin?" timpal Salsa yang ikut menggoda Cylvi.
"Iya,” tukas Cylvi malas.
"Kok gitu?" tanya Salsa penasaran.
"Emangnya kenapa?" Cylvi membalikkan pertanyaan yang tak ingin ia jawab.
"Lah? Nanya balik.” Anna mendengkus sebal.
"Dari pada muter balik. Kejauhan."
"Apaan sih lo, Cyl. Nggak nyambung," sambar Ananda cepat.
"Dia kan nyambungnya cuma sama Gaara, Nan," sahut Siska.
"Anjir. Sweet banget sih kalian. Baper deh gue jadinya," ujar Ananda kembali mengejek Cylvi.
"Lo baper? Sana cari cowok. Jangan cuma main di hayalan."
"Jahat banget lo, Cyl!" Sewot Ananda mengerucut bibirnya.
"Kau menusuk hatiku yang terdalam, Cyl," gerutu Vina yang membuat Cylvi bergedik geli.